Kunjungan

Sabtu, 30 Oktober 2010

10 Beasiswa Teraneh di Dunia


Selain dari daftar ususal hibah yang berguna dan beasiswa, ada beasiswa yang aneh dan tidak biasa yang mahasiswa bisa dapatkan. Bagian terbaik tentang beasiswa ini adalah bahwa Anda tidak benar-benar perlu akademis secara luar biasa. Anda hanya perlu memiliki beberapa fitur khas atau hobi. Beberapa jenis beasiswa yang paling aneh adalah sebagai berikut.


1. Beasiswa Orang Kidal

Karena siswa kidal begitu banyak, beasiswa ini ditawarkan oleh Juanita College di Pennsylvania, adalah salah satu beasiswa yang paling umum dan dicari orang.

2. Beasiswa Toko Es Krim Nasional

Jika Anda bekerja di beberapa toko es krim, Anda mungkin memenuhi persyaratan untuk beasiswa ini. Jika Anda cukup beruntung, majikan Anda mungkin akan merekomendasikan Anda, dan Anda mungkin mengambil satu dari 17 $ 1.000 beasiswa.

3. Beasiswa Patrick Kerr Skateboard

Satu lagi beasiswa yang tidak biasa. Beasiswa ini dapat bergna bagi orang yang memiliki bakat skateboard

4. Beasiswa Nama Belakang Orang Yang Aneh

beasiswa ini biasa disajikan oleh Universitas Loyola di Chicago diberikan kepada siswa dengan nama-nama terakhir yang paling tidak biasa, yang terbaik sejauh ini adalah nama "Zolp"

5. Beasiswa Asma

Kedengarannya sangat aneh yang bahkan alergi Anda dapat memenangkan jumlah beasiswa yang besar. American Academy of Allergy, Asma dan Imunologi terutama bertanggung jawab untuk mensponsori beasiswa unik ini.

6. Kontes Beasiswa Stuck at Prom Duck Brand Duct Tape

Ini adalah sebuah kontes yang tidak biasa diadakan setiap tahun pada musim semi, dimana para siswa membuat dan mengenakan pakaian formal untuk bersaing mendapatkan hadiah beasiswa $ 2,500. Hadiah kedua dan ketiga adalah untuk mendapatkan beasiswa sebesar $ 1.000 dan $ 500 masing-masing.

7. Turnamen Kejuaraan Poker Online

Jika Anda adalah seorang juara di permainan poker, ini adalah kesempatan emas Anda untuk memenangkan jumlah besar sebagai hadiah beasiswa.

8. Beasiswa Orang Vegetarian

beasiswa ini disponsori oleh Vegetarian Resource Group hanya untuk orang dengan kebiasaan makan sayur-sayuran.

9. Beasiswa Klub Mahasiswa Tertinggi Internasional

Orang-orang tinggi sekarang memiliki kesempatan untuk ambil beberapa beasiswa yang bagus. Beasiswa ini pada dasarnya hanya mempertimbangkan tinggi seorang mahasiswa yaitu 5'10 "bagi siswa perempuan dan 6'2" untuk siswa laki-laki.

10. Beasiswa Ketepatan Meramal Masa Depan

Beasiswa ini agak sedikit berbeda dari apa yang namanya penghargaan, kontes ini sebenarnya adalah untuk mahasiswa yang tertarik dalam ilmu ekonomi. Peserta diharuskan untuk 'membeli dan menjual" prediksi masa depan hanya sebagai salah satu akan membeli saham.


Selasa, 26 Oktober 2010

Misteri Angka 4 Romawi Jam Gadang (Bukittinggi)

Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota).

haxims.blogspot.com

Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarahnya. Hal tersebut dapat ditelusuri dari ornamen pada Jam Gadang. Pada masa penjajahan Belanda, ornamen jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan.

Pada masa penjajahan Jepang , ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau .

Angka-angka pada jam tersebut juga memiliki keunikan. Angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun di Jam Gadang tertera dengan IIII.

Dari menara Jam Gadang, para wisatawan bisa melihat panorama kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan berjejer di tengah kota yang sayang untuk dilewatkan.

Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu. Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.

Sedangkan saat masa jepang berubah lagi dengan berbentuk klenteng dan ketika Indonesia Merdeka berubah menjadi rumah adat Minangkabau.

Setiap hari ratusan warga berusaha di lokasi Jam Gadang. Ada yang menjadi fotografer amatiran, ada yang berjualan balon, bahkan mencari muatan oto (kendaraan umum) untuk dibawa ke lokasi wisata lainnya di Bukittinggi.

"Jam Gadang ini selalu membawa berkah buat kami yang tiap hari bekerja sebagai tukang foto dan penjual balon di sini. Itu sebabnya jam ini menjadi jam kebesaran warga Minang," ujar Afrizal, salah seorang tukang potret amatir di sekitar Jam Gadang.

Untuk mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Jam Gadang.


Lebih Jauh Tentang Jam Gadang:

haxims.blogspot.com


Sepintas, mungkin tidak ada keanehan pada bangunan jam setinggi 26 meter tersebut. Apalagi jika diperhatikan bentuknya, karena Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter, di topang basement
dasar seukuran 13 x 4 meter, ibarat sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, maka sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam besar.

Bahkan tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang dari pakem. Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.

Tapi uniknya, keganjilan pada penulisan angka tersebut malah membuat Jam Gadang menjadi lebih “menantang” dan menggugah tanda tanya setiap orang yang (kebetulan) mengetahuinya dan memperhatikannya. Bahkan uniknya lagi, kadang muncul pertanyaan apakah ini sebuah patron lama dan kuno atau kesalahan serta atau atau yang
lainnya. Dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka empat aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Atau ada pula yang mengartikan, empat orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai. Masuk akal juga, karena jam tersebut diantaranya dibuat dari bahan semen putih dicampur putih telur.

Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka IV, tentu masih ada kemungkinan dari deretan daftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan.
Sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota), dan dibuat ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan sangat kecil. Tapi biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.

Namun yang patut diketahui lagi, mesin Jam Gadang diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Sekarang balik lagi ke angka Romawi empat, apakah pembuatan angka empat yang aneh itu disengaja oleh pembuatnya, juga tidak ada yang tahu. Tapi yang juga patut dicatat, bahwa Jam Gadang ini peletakan batu pertamanya dilakukan oleh seorang anak berusia enam tahun, putra
pertama Rook Maker yang menjabat controleur Belanda di Bukittinggi ketika itu.

Ketika masih dalam masa penjajahan Belanda, bagian puncak Jam Gadang terpasang dengan megahnya patung seekor ayam jantan. Namun saat Belanda kalah dan terjadi pergantian kolonialis di Indonesia kepada Jepang, bagian atas tersebut diganti dengan bentuk klenteng. Lebih jauh lagi ketika masa kemerdekaan, bagian atas klenteng diturunkan diganti gaya atap bagonjong rumah adat Minangkabau.

Rabu, 05 Mei 2010

TANPA JUDUL


Karya : Muh. Shulfie Juzailie


Kutapaki jejak demi jejak dunia
Di penghujung aku temukan rasa rindu
Kini galau menghancurkan hidupku
Hampa, resah membuatku seakan menjadi rapuh
Tak sadarkah engkau?
Bila hatiku slalu menanti kehadiranmu disini

Demi dirimu
Kuseberangi teluk yang terhampar luas
Bahkan tirai duniapun kucoba untuk membukanya
Meski aku tahu semua sia-sia
Yang hanya membuat diriku terhempas kembali

Aku gelisah dan bingung penuh tanya
Bagaikan Bangkai diantara hewan-hewan buas
Kini aku merasa sepi dalam malam
Bahagia berganti gundah
Ketegaran yang kupunya berganti keputusasaan

Tapi, aku tak peduli semuanya
Dibalik jendela itu
Aku menulis sebuah puisi yang tak bermakna
Walaupun puisiku tanpa judul
Aku hanya ingin engkau tahu
Jika nafasmu adalah nyawaku

Selasa, 02 Juni 2009

Deeply Feeling

In the morning it’s cold
I feel something deeply
Deeply and hurting

Everything which make me happy
Can not make this feeling disapeared
I don’t know what happened to me

Only one that struggle me
Make me surprised and unguessable
Until I heard a weird voice and it follows me everytime
And it explains everything that I was hungry

Hai, bagi kalian yang punya puisi ato cerpen baik itu yang berbahasa indo or berbahasa inggris, kirimin aja ke e-mail gue:
dyannovita91@yahoo.com
dhyeeta@gmail.com

TTD,

Ms. Chickmore

TIKET BERTUAH

Oleh : Dea Aditya Rakhmi
”AarRgH... rasanya ingin kuhabisi saja hidupku ini!!!” ujar Rere meratap kayak anak tiri. Nisa yang duduk disebelahnya jadi bingung, ”Kenapa Re?”
”Gue diputusin sebelum ngedatenya jadi! Padahal gue udah capek2 beliin ini tiket buat ngedate besok. Taunya....” Rere langsung nangis lagi. ”Nih, ambil aja tiketnya buat lo.”
”Beneran nih?!!” Nisa jadi girang.
”Beneran!! Mending gue bunuh diri aja daripada ngeliat tiket bertuah itu!! Bikin gue sial terus aja.” gerutu Rere.
”Emangnya filemnya apaan? Bukan filem horor kan?” tanya Nisa.
”Bukan! Tapi filem komedi yang romantis banget. Elo pasti ngakak sepanjang filemnya!”
”Thanks ya, Re!!!” ujar Nisa sambil cipika-cipiki Rere.
***
Besoknya, Nisa dateng ke TO bareng salahsatu temennya. Karena kemaren Rere ngasih tiketnya dua, makanya Nisa ngajak temennya buat nemenin ngakak didalam bioskop. Tapi taunya....
”Maaf, mbak! Tiketnya kurang satu,” ujar petugas bioskop waktu mereka diperiksa tiketnya.
”Lho, masa’ sih mas? Tadi ada dua kok,” ujar Nisa heran.
“Mungkin tadi jatoh kali, Nis?” tanya temennya.
”Ya, udah kita cari dulu, mungkin masih di sekitar sini.” ajak Nisa. Namun, heran, tiket itu gak ketemu2 juga.
”Ya udah deh, Nis. Mendingan kamu masuk aja! Filemnya ntar mulai, lho.”
”Lho, kok gitu ??! Terus yang nemenin gue didalem siapa?”
“Tenang aja, kan banyak yang nonton. Lagian filemnya kan gak serem. Gue mendingan pergi les aja dulu, ya? Daah...”
***
Di dalem suasana udah mulai tenang. Nisa sendiri udah mendapatkan tempat duduknya yang paling depan dan berhadapan langsung dengan layar raksasa, sendirian.
Sebetulnya sih, bukan cuma Nisa doang yang nonton. Tapi, kebanyakan semuanya adalah pasangan-pasangan muda yang asyik berpacaran di bangku-bangku belakang. Sementara Nisa cuma duduk melongo sambil ditemenin sedotan. Popcorn ukuran large duduk di pangkuannya.
Begitu lampu mulai dipadamkan, Nisa udah senyum2 sendiri, karena seneng tentunya. Tapi, senyumnya langsung sirna begitu ngeliat yang ditontonnya bukanlah komedi romantis yang dibilang Rere. Judulnya sendiri Tusuk Jelangkung.
”Sialan gue dikibulin,” gerutu Nisa. Nisa lalu celingak-celinguk ngeliat penonton yang lain. Baris pertama cuma dia satu-satunya di depan, baris kedua hingga ketiga kosong, baru baris keempat dan seterusnya pada ramai.
”Gimana nih? Ah, mendingan gue pindah tempat duduk aja ke belakang,” ujar Nisa. Tapi, baru aja dia berdiri, para penonton udah pada protes, ”Woi, duduk! Duduk! Nggak keliatan nih! Jangan berdiri dong nontonnya!!”
“Waduh,” cuma itu yang bisa Nisa ucapkan dan pasrah kembali duduk di bangkunya. Dengan berat hati, Nisa menonton filem itu. “Nasib.. nasib... bener2 sial gue hari ini!!” gerutu Nisa.
”AARGHH!!!!” tiba2 semua penonton berteriak ketakutan termasuk Nisa. Kontan, Nisa mencengkram pegangan kursinya sekeras-kerasnya, ”Auw!” tiba2 sebuah suara muncul di sebelah bangku Nisa yang seharusnya kosong. Jangan2 jelangkung... pikir Nisa parno. Dan begitu noleh, ”AARGHH!!” kini Nisa yang teriak sendirian di dalam bioskop, sementara penonton yang lain pada mengacungkan jarinya, ”Ssstt...”
”Eh, berisik tau! Pake nyakar lagi,” ternyata suara itu suara seorang cowok.
”Jelangkung?” tanya Nisa gugup.
”Enak aje lu! Gue human tau! Kalo takut setan kenapa malah nonton?” ujar cowok itu sewot.
”Judes amat sih. Ini juga bukan keinginan gue nonton. Tapi, kayaknya elo nggak bakalan ngerti deh.... AARGHH!!!” Nisa teriak lagi karena baru aja ngeliat adegan ’romantis’ para jelangkung di layar kaca didepannya.
”Kalo merem terus, kapan nontonnya?” tanya cowok itu galak, karena Nisa menggenggam lengannya.
Akhirnya sepanjang filem, bukannya ngakak seperti yang dibilang Rere kemaren, melainkan merem gak karuan di sebelah cowok yang asli nyebelin. Apalagi Nisa nggak sempat makan popcornnya, karena dia nggak berani melek apalagi makan, jadinya popcornnya malah diludesin sama cowok aneh itu tanpa ucapan terimakasih sama sekali darinya.
”Kan elo udah gue ijinin megangin lengan gue.” Gitu katanya waktu itu. Dengan sebal, Nisa berjalan keluar bersama para penonton lainnya karena filemnya udah abis.
”Kayaknya itu tiket bener2 bertuah deh. Bikin gue sial!” gerutu Nisa dan belum sempat keluar dari bioskop, hujan deras tiba2 mengguyur Makassar. ”Tadi masih cerah,” ujar Nisa heran, ”Mana gue nggak bawa payung lagi. Oh, iya naik taksi aja! Yah... uangnya gak cukup. Minta jemput papa ah! Lho... hapeku lowbat! Makk... apes bener nasib gue,” Nisa mulai nangis.
“Cengeng bener sih. Sini gue anterin. kebetulan gue bawa mobil,” suara itu muncul lagi. Cowok judes yang duduk disebelah Nisa tadi.
”Eh, gue udah kena sial terus menerus dari tadi. Dan salahsatu kesialannya itu elo tau!” cerca Nisa.
”Tapi, menurut gue, justru elo itu keberuntungan bagi gue hari ini.” ujar cowok itu tanpa nada judesnya, tumben.
”Maksud elo, karena gue yang udah ngasih popcorn itu elo sebut gue keberuntungan gitu?” tanya Nisa sebel.
”Nggak hanya itu. Karena elo hari ini gue baru rasain yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama.” ujar cowok itu. Muka Nisa memerah. Kayaknya dia nggak terus2an sial kok, buktinya selama 17 tahun jomblo, akhirnya dia dapet cowok juga hari ini.
***
”Elo abis nonton kemaren kok jadi aneh banget, Nis? Senyum2 sendiri?” tanya Rere heran.
”Abis ketemu ’jelangkung’,” ujar Nisa masih senyam-senyum.
”Jelangkung? Abis ketemu setan kok seneng?”
”Thanks ya, Re, atas tiket bertuahnya!! Muach,” ujar Nisa lalu ngeloyor pergi.
”Aku tak habis pikir,” ujar Rere bingung.

Minggu, 31 Mei 2009

Akselerasi Angkatan ke-5

Siapa yang nyangka kalo anak aksel di smantig bisa have fun???? bisa aja kale.......semua orang berpikir kalo anak aksel smantig hanya seperti robot yang diperintahkan untuk belajar N belajar melulu...padahal itu semua ga bener.....TuL gak????? ^_^

SMAN 3 Sengkang

Wah...Pada gak nyangka yah...ternyata anak smantig sengkang bisa tonji....!!!!! Prestasinya aja udah banyak...hmmmmm gmn ya generasinya smantig di tahun yang akan datang...?????